“PENJAGA PERPUSTAKAAN”

Kerap kali saya mendengar sebutan ‘cantik’ sekaligus menggelitik dari kaum non pustakawan yang menyebut kita (pustakawan) ‘penjaga perpustakaan’. Yang jika diartikan bahwa pekerjaan kita adalah menjaga sebuah ruangan yang di dalamnya terdapat tumpukan buku-buku berdebu dan kerjaan kita hanya duduk, diam, tidur, dan makan.

Apa yang teman-teman (pustakawan) fikirkan saat mereka menyebut kita dan pekerjaan kita dengan sebutan ‘penjaga/jaga perpustakaan’?.

Kalau saya pribadi, saya merasa kasihan terhadap mereka karena kurangnya wawasan yang dimiliki di luar bidang yang mereka tekuni sehingga mungkin mereka kurang akrab atau belum tahu sama sekali perihal sebutan untuk ‘penjaga perpustakaan’ itu adalah pustakawan. Selain kasihan saya juga kadang merasa kesal karena ilmu yang saya pelajari kurang lebih 4 tahun hanya di pandang sebelah mata oleh mereka yang tidak tahu apa itu pekerjaan seorang pustakawan.

Hal tersebut saya sadari bahwa sepenuhnya bukan kesalahan mereka yang belum tahu soal pustakawan dan pekerjaannya, karena memang di Indonesia sosok pustakawan kurang bersinar jika dibandingkan dengan dokter, pengacara, guru, dll yang sudah akrab di telinga masyarakat Indonesia. Selain itu, menurut saya gambaran pekerjaan seorang pustakawan yang ada dalam benak orang-orang non pustakawan kebanyakan adalah gambaran dari ‘penjaga perpustakaan’ di tempat mereka bekerja atau sekolah-sekolah yang hanya ‘menjaga’ sehingga mereka me-stample kepada semua pustakawan bahwa ‘penjaga perpustakaan’ pekerjaannya yaitu duduk, diam, tidur, makan. yang sebenarnya adalah kebanyakan orang yang mereka sebut dengan ‘penjaga perpustakaan’ yang pekerjaannya itu seperti di atas, adalah orang-orang yang notabene bukan pustakawan. Mereka hanya dipekerjakan untuk mengisi kekosongan ‘jabatan’tanpa memiliki ilmu yang mumpuni sehingga perpustakaan yang ‘dijaga’ tidak berjalan sesuai dengan semestinya.

Saya akan memberikan sedikit dari pengertian pustakawan itu sendiri dan apa saja pekerjaannya. Dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2007 Tentang Perpustakaan, dijelaskan bahwa pustakawan adalah seseorang yang memiliki kompetensi yang diperoleh melalui pendidikan dan/atau pelatihan kepustakawanan serta mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk melaksanakan pengelolaan dan pelayanan perpustakaan.

Jadi, pekerjaan seorang pustakawan itu tidak terbatas hanya ‘menjaga perpustakaan’ tetapi melakukan kegiatan mulai dari pengadaan koleksi, melakukan inventaris koleksi, melakukan pengolahan terhadap koleksi baik manual maupun terotomasi, melakukan perbaikan terhadap koleksi yang rusak, melakukan pelayanan kepada pemustaka (pengunjung) yang datang, membuat program-program sebagai bentuk penumbuhan minat baca di lingkungan sekitar perpustakaan, mengatur ruangan agar nyaman dan menyenangkan bagi pemustaka, membuat laporan kepada pimpinan, dan masih banyak lagi.

Saya sangat berharap dengan tulisan ini, teman-teman yang non pustakawan dapat ilmu baru mengenai profesi lain yang ada di sekitar teman-teman yaitu pustakawan. sehingga kedepannya tidak ada lagi sebutan ‘penjaga perpustakaan’ yang ditujukan kepada teman-teman pustakawan dan tidak ada lagi pandangan kerja yang sepele kepada pustakawan. Karena sesungguhnya setiap profesi memiliki kesulitan dan kemudahan masing-masing dalam pekerjaannya, saat kita dapat menghargai perbedaan tersebut dan tidak memandang rendah profesi lain maka kita sudah belajar untuk menjadi pribadi yang bijak.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s